Malanove

Just Keumala with Love

MEMBANGUN UMAT YANG KAYA MELALUI PROFESIONALISME DALAM BISNIS SYARIAH

            Kita sadar bahwa mayoritas umat Islam sangat rendah dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Kesalahan ini disebabkan oleh kesalahpahaman dan penafsiran terhadap ajaran Islam.

Mayoritas umat Islam kini hanya taat beragama tanpa menyentuh kemajuan ekonomi dunia. Padahal, pembangunan Islam di masa depan juga dapat terbentuk melalui pembangunan ekonomi Islam itu sendiri. Salah satu contoh yang dapat kita perhatikan sekarang adalah tidak sedikit para mubaligh yang mampu dalam aktifitas prekonomian, namun jarang menjadikan ekonomi/bisnis sebagai cara lain dalam diskursus pengajiannya. Tidak masuknya ekonomi dalam diskursus pengajian akan memunculkan pemisahan antara dunia dan Agama.

 

Profesionalisme dalam berbisnis merupakan hal terpenting yang harus dimiliki oleh pebisnis, pebisnis muslim khususnya. Sikap bersemangat dalam mencurahkan tenaga dan kemampuannya dalam bekerja akan memberikan dampak yang baik pada bisnis yang dikelola. Hasil akan tercapai sesuai harapan sehingga dapat meningkatkan perekonomian seseorang bahkan perekonomian negara.

 

Bisnis Islami sebagai Alternatif Terbaik

Manusia akan selalu berusaha memperoleh harta demi mencukupi kebutuhannya. Harta yang diperoleh adalah dengan cara bekerja, salah satunya melalui bisnis. Meskipun mencari rezeki merupakan suatu keharusan, namun Islam sangat menekankan aspek kehalalannya, baik dari sisi perolehan maupun pendayagunaannya.

 

“.. Dan, janganlah kalian berbuat israf (menafkahkan harta di jalan kemaksiatan). Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat israf.” (al-An’aam: 141)

 

Bisnis Islami dapat menjadi alternatif yang paling terbaik karena di dalamnya terdapat serangkaian aktivitas bisnis yang tidak dibatasi jumlahnya. Baik kepemilikan hartanya termasuk profit. Namun yang dibatasi adalah dalam cara perolehan dan pendayagunaan hartanya (aturan halal dan haram). Dengan menerapkan model bisnis syari’ah (Islami) dalam praktik berbisnis, maka pebisnis akan terhindar dari sikap machiavelis (menggunakan segala cara) maupun sekulerisme. Target hasil yang berupa profit-materi dan benefit-nonmateri, pertumbuhan, keberlanjutan dan yang terpenting adalah mencari keridhaan Allah merupakan orientasi syariah yang digunakan dalan kendali bisnis Islami.

Globalisasi dan Persaingan sesuai Syariah

 

 

Abad 21 diidentikkan dengan abad “globalisasi”. Ciri utama abad 21 ini adalah kompetisi yang bebas, sehingga bisa berakibat menang atau kalah. Globalisasi akan memberikan dampak yang negatif dan positf. Dampak positif yang terjadi di masa globalisasi adalah dapat memunculkan kesempatan untuk baru. Sedangkan dampak negatifnya adalah transparasi pamer harta akan membuat para miskin iri atau menderita. Negara kaya akan semakin serakah dan negara miskin akan semakin terjepit jika tidak mampu berkompetisi. Oleh karena itu, globalisasi itu akan berupa dunia yang penuh dengan kompetisi prestasi sain, teknologi yang akhirnya ekonomi. Peranan SDM tentu saja menjadi tuntutan dan sekaligus peran sentral para pebisnis muslim khususnya.

 

Lantas, apa yang harus di lakukan oleh pebisnis muslim dalam menghadapi kehidupan ekonomi yang mungkin kejam di abad 21 ini? Dalam waktu bersamaan globalisasi akan menimbulkan persaingan dalam perekonomian. Oleh karena itu, konsep-konsep sekaligus implementasi ekonomi Islam dapat pula mempunyai kesempatan untuk bersaing secara global. Namun yang paling penting adalah bagaimana pebisnis mampu mengubah diri untuk siap berkompetisi dengan segala resiko. Perubahan ini akan lebih baik jika dilandasi oleh agama. Membangun sikap yang profesional dalam berbisnis sangat penting agar mendapatkan hasil yang sesuai keinginan.

 

 

Membangun Profesionalisme Bisnis.

 

Profesional secara syariah artinya mengelola suatu perusahaan dengan amanah. Profesionalisme dalam Islam, dijelaskan dalam Alquran surat al-Qashash ayat 26.
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

 

Profesional dicirikan oleh tiga hal, yaitu : Kafa’ah, Himmatatul-‘amal dan amanah. Hal yang menjadi faktor terpenting dalam membangun profesonalisme berbisnis syariah adalah amanah. Amanah berhubungan dengan kepercayaan dan tanggung jawab. Realita yang terlihat sekarang ini adalah banyak orang mempunyai etos kerja yang tinggi, tapi tidak mempunyai amanah sehingga mempergunakan keahliannya dalam hal kejahatan. Oleh karena itu, sifat amanah sangat penting dimiliki oleh pebisnis muslim. Jika sikap ini sudah dimiliki oleh pebisnis, maka ia selalu menyadari bahwa apa pun aktivitas yang dilakukan akan diketahui oleh Allah SWT.

 

“Tidak beriman orang yang tidak memegang amanah dan tidak ada agama orang yang tidak menetapi janji.” (HR. Ad-Dailaini)

 

            Sikap profesional kafa’ah diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman. Seseorang dikatakan profesional jika ia selalu bersemangat dan sungguh-sungguh dalam bekerja. Pebisnis muslim yang sungguh-sungguh menerapkan profesionalisme kafa’ah  akan menjadikan setiap aktivitas dalam bekerja merupakan bagian dari ibadah. Hasil usaha yang yang diperoleh seseorang muslim dari kerja kerasnya merupakan penghasilan yang paling mulia. Sedangkan himmatul-‘ammal dapat diraih dengan cara menjadikan motivasi sebagai pendorong utama. Motivasi ini penting bagi setiap diri pebisnis agar mampu membentuk mental entrepreneurship dalam pengelolaannya. Dorongan motivasi yang berlandaskan iman kepada Allah SWT, maka pebisnis selalu optimis dalam usahanya dan membentuk pribadi yang bersyukur disetiap rezeki yang diberikan.

 

“Tidaklah seorang di antara kamu makan suatu makanan lebih baik daripada memakan dari hasil keringat sendiri.” (HR. Baihaqi)

 

Peningkatan Ekonomi Umat Islam

 

            Jika profesionalisme (SDM) disetiap diri pebisnis muslim sudah terbentuk dan terlaksana dengan baik, maka tujuan yang ingin dicapai oleh pebisnis juga akan mudah tercapai. Sikap disiplin, amanah, jujur, tanggung jawab, mempunyai motivasi yang tinggi dan pengetahuan yang baik, dapat mendorong keuntungan yang lebih besar terutama jika bisnis dilakukan secara syariah (Islami).

 

Pebisnis yang mampu mempergunakan etos kerja dengan baik, maka akan berdampak pada pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, sikap profesional dalam hal persaingan yang sesuai syariah, baik itu harga, produk, tempat dan pelayananan sangat ditekankan kepada para pebisnis muslim.

 

Pebisnis yang tidak mempunyai sikap profesionalisme dalam berbisnis, akan menimbulkan kerugian dan inifesiensi, kehilangan mitra usaha bahkan kehilangan kepercayaan dari konsumen. Oleh karena itu, profesionlisme sangat penting terutama bagi para manajer yang telah diberikan tanggung jawab yang besar demi mencapai hasil yang diinginkan. Meskipun keingiinan untuk mendapatkan keuntungan yang besar merupakan keinginan yang wajar pada setiap pebisnis, tapi pebisnis muslim harus tetap profesionalisme dalam berbisnis sesuai syari’ah, memperhatikan hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan akad-akad bisnis tanpa harus melalui cara-cara yang culas (KKN, manipulasi, dsb).

 

Umat Islam yang mampu sukses dalam bekerja tanpa bergantung dan menerapkan profesionalisme dalam berbisnis Islami akan membangun umat Islam yang kaya.  Umat Islam yang kaya akan menghindari dari segala kegiatan tercela, seperti mencuri, mengemis, korupsi dan sebagainya. Namun, yang paling penting untuk ditekankan adalah meskipun kekayaan diperoleh dengan cara yang halal, manusia harus tetap germar berdarma dan beramal shalih.

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba MYMC-AC. Keterangan lebih lanjut kunjungi website MYMC di http://www.mymconference.com

Penulis             : Keumala Fadhiela. ND

Asal Daerah    : Banda Aceh

Email               : keuf_redand@yahoo.co.id

 

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: