Malanove

Just Keumala with Love

Resep Jitu Untuk Mahasiswa Baru

Bulan-bulan ini hingga satu-dua bulan ke depan, sejumlah universitas akan memulai tahun pendidikan baru bagi para mahasiswanya. Saat memasuki awal perkuliahan, para mahasiswa baru kerap kaget karena asing dengan lingkungan serta metode pembelajaran yang jauh berbeda dibandingkan dengan pola pembelajaran di sekolah. Hal lainnya adalah ketika mereka berhasil lolos seleksi di universitas favorit, para mahasiswa baru cenderung menilai bahwa perjuangannya telah selesai. Akhirnya, mereka terlena dan melupakan misi sesungguhnya, yaitu memperjelas visi utama untuk apa ia berkuliah.
So, langkah apa yang penting bagi mahasiswa baru?

Kebiasaan pertama “jadilah proaktif”.
jadi lah mahasiswa yang bertanggung jawab atas masa depan. Inilah hal mendasar yang seringkali sulit untuk dikerjakan. Dengan kebiasaan ini, kedepannya mahasiswa baru tidak akan mengeluh dan tidak akan mudah menyerah ketika menghadapi dinamika perkuliahan yang sesungguhnya. Dampak dari kebiasaan yang pertama ini adalah menciptakan inisiatif, karena keadaan tidak bisa dipilih, maka mahasiswa dituntut untuk pandai menentukan keputusan.

Kedua, “memulai dengan tujuan akhir”
Membuat dan memperjelas visi dan tujuan mereka saat berkuliah. Agar lebih jelas, coba deh kamu tanya diri sendiri, “aku kuliah untuk apa dan ingin jadi apa?”

Ketiga, “dahulukan yang utama”
Mahasiswa harus bisa mengatur waktu dan menentukan prioritas. Selain itu, mahasiswa juga harus dapat menciptakan kemandirian di dalam diri.
Karena setelah dapat mandiri, maka kemudian akan terbentuk visi yang kuat ketika para mahasiswa baru tersebut memulai masa kuliahnya.
Keempat, “berpikir menang-menang”
mahasiswa baru juga harus mampu untuk selalu “berpikir menang-menang” ketika berhubungan dengan orang lain. Untuk dapat berpikir menang-menang, mahasiswa mendengarkan dan memahami orang lain terlebih dahulu baru kemudian meminta untuk dipahami.
Kelima, “berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti”
Kebiasaan ini berkaitan dengan kebiasaan keempat, mahasiswa harus bisa memahami orang lain, baru meminta orang lain untuk memahami dirinya.
Keenam, “sinergi”
mahasiswa baru mampu meningkatkan dan menumbuhkan kerjasama. Selain itu, para mahasiswa juga harus mampu memahami bagaimana kewajiban mereka untuk menghargai perbedaan dengan menyatukan visi. Jangan sampai kita allergi dengan perbedaan ya?

Ketujuh, “sadar akan pentingnya pengembangan diri”
selain itu, pengembangan diri juga sangat penting untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan kuliah. Kebiasaan ini sangat penting dan terkait dengan empat dimensi kehidupan yang harus terus diasah, yaitu, kecakapan intelektual, kecakapan fisik, sosial emosional dan kecakapan spiritual yang harus terus dipelihara secara berkesinambungan.
Dengan mengikuti ketujuh resep ini, setiap mahasiswa baru nantinya akan siap menghadapi dunia sebagai mahasiswa dengan segala aktivitas dan suka dukanya yang diimbangi dengan pembentukan karakter mereka sebagai calon pemimpin yang cerdas (intellectual leader).

Jadi, untuk adik-adik yang sekarang menjadi mahasiswa baru, tunggu apa lagi? Berubah lah dari sekarang.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: