Malanove

Just Keumala with Love

Warna-Warni Mabit

Awalnya aku juga kurang mengerti tentang kata ‘MABIT’ ini. Yang aku tahu, salah satu kakak kosku pernah mengikuti mabit. aku juga sempat diajak oleh beliau. Tapi karena masih belum familiar dengan apa itu ‘mabit’, aku masih mikir puluhan kali untuk ikut bergabung.

Pengalaman ini aku dapat beberapa hari yang lalu. Tepat disaat ada orang yang mungkin merayakan ‘Valentine Day’ dengan coklat-coklat yang lucu dan aneka warna-warni serba pink merajalela bersama orang tersayang. Mumpung dihari itu aku sedang berpuasa, setelah kuliah sekitar jam 16.00 sore, aku pun pergi membeli nasi goreng. Maklum saja, aku agak malas memasak…(malas atau emang gak bisa ya?hehe)

Nasi goreng pun sudah  terbeli. Saat tiba di kos, aku melihat kak AKN sedang sibuk memasak di dapur. Ada apa gerangan?ternyata ia sedang mempersiapkan makanan dan minuman untuk berbuka puasa di mushola kampus. Hmmm…ternyata anak-anak mushola sudah bertekad untuk berpuasa hari itu!jadi mereka buka puasa bareng deh! Wah-wah, kebetulan sekali. Aku juga berpuasa namun dengan niat yang berbeda. Karena tau aku juga berpuasa, kak AKN pun mengajakku untuk ikut berbuka puasa bersama di mushola kemudian dilanjutkan dengan ‘mabit’ di rumah kk EC. ‘Mabit’? Apa sih mabit? setelah dijelaskan secara singkat oleh kak AKN, mabit itu adalah Malam Bimbingan Iman dan Takwa. Subhanallah..bagus sekali artinya…tapi aku juga terbesit sedikit kengerian. Mabit pasti malam untuk mendengarkan ceramah, mengaji, dll…pokoknya yang malam ibadah lah!

 

Setelah beberapa kali memikirkan tawaran tersebut. Aku pun memutuskan untuk ikut mabit. Padahal sebelumnya aku berniat hanya untuk buka puasa saja (hehe, mumpung cemilan untuk berbuka free pay!maaf kak..) Kemudian, ya balik lagi ke kos. Tapi, sekali lagi aku berubah pikiran. Aku pun ikut mabit di rumah kak EC. Jujur, saat itu aku belum bisa meluruskan niat untuk ikut mabit, hanya sekedar ingin merasakan ‘gimana ya mabit itu?’

 

Dengan sangat terburu-buru, aku dan kak AKN bergegas membawa minuman ke mushola. Huufft, malangnya, rok yang aku kenakan saat itu jadi basah kuyup! Air teh yang kubawa tumpah tergoncang saat naik motor. Malang..malang.(bukan yang di jawa timur!hhe)aku terpaksa balik ke kos dan otomatis ganti rok lagi. Dengan tergesa-gesa, aku ngebut demi sampai mushola tepaat waktu sebelum adzan maghrib. Brruuuuummm…motor melaju kencang…

 

Akhirnya sampai juga di mushola tepat waktu. Tapi aku masih belum bisa mengontrol diri. Capeknya luar biasa…bajuku basah kuyup karena mandi kolam.hehe..ya gak lah..karena keringat! bersama kakak-kakak LDK di mushola, aku berbuka puasa. Sangat sederhana. Hanya dengan teh, kolak dan kue martabak. hehee..itu semua buatan sendiri. Jerih payah kakak LDK tanpa membeli dari luar. Kecuali bahannya.hehe.. Salut kan?rasanya juga enak…benar-benar ABC deh…Al-Ihsan Business Center.

Malangnya lagi, karena saking ngos-ngosannya, air teh yang ingin kuminum tumpah lagi! heran deeh, kayak anak kecil minum aja…baju dan jilbabku jadi basah……>.<

 

Setelah shalat maghrib, kami bergegas pergi ke rumah kak EC. Ternyata rumah kak EC subhanallah jauhnyaaa…kalau kuliah tanpa sepeda motor bisa brabe..

Lucunya, salah satu temanku yang juga ikut mabit, ternyata tidak bisa membawa motor dengan cepat! kami yang ada di depan otomatis ngebut karena ingin cepat sampai. Setelah kami sampai di rumah kak EC. temanku itiu belum tiba, hipotesis mengatakan bahwa mereka tersesat! Spontas membuat kak EC panik!

Ternyata, setelah dihubungi, mereka kembali ke mushola. Takut dan tidak tahu arahnya karena malam itu benar-benar gelap sampai kehilangan jejak kami (lhoo?jejak?) Setelah sekian lama menunggu, mereka pun tiba dengan muka cemberut.hehe….bisa-bisanya tersesat yaa…

 

Shalat isya dna sedikit tilawah. Setelah itu kak AD sebagai Amirah di LDK, mengucapkan terima kasih banyak untuk semua yang hadir di mabit. Apalagi kami yang leting 2010!hheehe…Jadi, mabit itu sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti bermalam. Namun dibuat singkatan oleh pengurus LDK menjadi Malam Bimbingan Iman dan Takwa. Tujuannya ya agar kami bisa bermuhasabah, menjalin silahturahmi bersama kakak leting dan yang paling penting agar malam kebersamaan itu menjadi malam yang penuh arti liillahi ta`ala.

 

Amirah AD pun berbicara panjang lebar. Baik itu tentang cara berpakaian yang syar`i, kehidupan di kampus, istiqomah, dll. pokoknya malam itu membuat aku sadar.Tenyata mabit itu sangat menarik! Terlintas aku teringat dengan masa-masa di asrama saat di sma dulu. Kenapa tidak dari dulu aku merasakan seperti apa yang aku rasakan malam itu?aku yang awalnya masih merasa kaku dan aneh dengan kakak berjilbab besar itu, lama-kelamaan terasa seperti kakak sendiri. Mereka senantiasa menjaga kami, memperhatikan kami. Pokoknya gak rugi deh!beda dengan masa-masa di asrama! kakak-kakak leting lebih suka mencari kesalahan adik-adik letingnya tanpa menasehati dengna baik. Yang ada mencaci maki, membuat down adik-adikny, bentak-membentak di depan teman-teman lain..so poor!huh

 

Ada beberapa kalimat pemotivasi yang aku dapat malam itu. Bahwa jangan  pernah minta orang lain untuk memahami kita, tapi cobalah kita yang memahami oranglain meski berat. Kita boleh saja bergaul kemana dan pada siapa saja, tapi ingat!kita harus bisa menjaga diri. Kita harus bisa memilah dan memilih. Berbaur boleh, asal jangan melebur.

Pahamilah setiap sifat dari orang lain, jika itu baik, kuasailah sifat mereka!niscaya kita akan mudah membawa diri.

Organisasi mengajarkan kepemimpinan, tidak ada salahnya berorganisasi asalkan bisa mengatur waktu dengan kegiatan lain.

Jangan peduli dengan kata-kata orang lain yang membuat kita down! jangan pernah menyerah sebelum kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Luruskan niat! diawal,ditengah & diakhir.

 

Malam itu benar-benar membuat aku sadar. Malam inilah yang patutnya ditiru oleh para remaja lain. Bermuhasabah diri, bukan untuk bergosip yang tidak-tidak! Tapi itulah kenyataannya. Orang lebih suka membicarakan orang lain daripada beribadah yang jelas-jelas mendapatkan pahala pada Allah. Kami saling curhat. Tentang kendala dalam bergaul, keluarga, hobi dan mimpi- mimpi. Kami sangat menikmati malam itu. Kurang lebih kami berdiskusi sampai pukul 2 malam. Padahal aku sama sekali bakal ‘henk’…tapi InsyaAllah, dengan niat yang ikhlas…..malam itu menjadi malam  yang penuh warna…

apalagi untuk jiwaku yang terkadang tidak stabil…

terimakasih kakak-kakak LDK Al-Ihsan…^^

Single Post Navigation

3 thoughts on “Warna-Warni Mabit

  1. aku juga baru denger istilah itu

  2. hmm… jadi pengen mabit🙂

    Daging bistik kesukaan qu
    Dan juga kesukaan mu
    Wanita cantik impian qu
    Pelihara-lah harga dirimu

    Cuacanya cerah
    Jadi kerasa gerah
    Wanita sholehah
    Tetaplah istiqomah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: