Malanove

Just Keumala with Love

Tentang Impian yang Samar

Pernah gak seseorang bertanya padamu kelak kamu akan menjadi apa? dokter? guru? polwan? pelukis? penari?waaahh..pasti banyak jawabannya kan? apalagi saat kita kecil….mau jadi ini lah, mau jadi itu lah…jawabannya beragam! dan yang lucu, jawaban itu akan berubah dalam jangka yang sangat singkat. tergantung mood..

hehee, aku juga gitu sih….saat masih kecil, cita-citaku suka aneh-aneh….

saat pertama sekali ditanya,

‘nanti Dela mau jadi apa kalau udah besar?’

‘dokter!’…

naaaahh,,jawaban seperti ini memang udah pasti sering kita dengar. soalnya aku gak tau mau jawab apalagi! mungkin karena dulu aku pernah menjadi dokter kecil di sekolah..hehe..mendengar  kata ‘dokter’ itu saja udah sangat hebat saat aku kecil. apalagi sekarang! orang-orang pada berebut untuk dapat gelar ‘dokter’ yang bakal jadi title di awal namanya nanti..wah..wah…

justru sekarang aku sama sekali tidak berniat lagi mewujudkan impian itu. seperti hangus dilalap api, dan abunya lenyap ditelan gelombang air laut. Ya, benar lhoo! menjadi seorang dokter mempunyai tanggung jawab yang sangat besar! tanggung jawab pada masyarakat yang kelak akan kita layani segenap hati. belum lagi perjuangan saat mendapatkan gelar ‘dokter’. mulai dari tes SNMPTN untuk masuk fakultas kedokteran, biaya yang akan dikeluarkan selama belajar (wwuuiihh.kalo kedokteran sih jangan tanya lagi! dahsyat!). bisa dibilang, semuanya serba berat! berat biaya, berat ilmu, berat tanggung jawab…maka jangan heran kalo liat mahasiswa kedokteran yang selalu stand by dengan buku-buku tebalnya dan otaknya yang cas! soalnya seorang dokter itu menangani manusia, bukan hewan ….yaaah, beda kalo kita bahas tentang profesi dokter hewan.

entah kenapa aku spontan menjawab ingin menjadi dokter. hhuuh, apa gak ada profesi lain selain dokter yang patut dibanggakan ya? hehe..

Aku juga pernah ingin menjadi pembaca berita di televisi. Rasanya keren aja bisa tampil di tivi. Berpakaian rapi dan berdandan cantik. Aku kagum melihat pembaca berita di tivi-tivi. gaya bicaranya asyik dan dapat berinteraksi dengan penonton.. Bisa terkenal di saentero nusantara! tapi rasanya cita-cita itu semakin suram dan mungkin sekarang udah kandas. seseorang yang tampil di media seperti tivi itu, ya pasti harus mendalami ilmu komunikasi dengan baik. kan tidak mungkin orang yang selalu dilihat wajahnya tapi saat tampil di media performance justru tidak bagus….

polwan??

hehe..dulu siiihh..tapi udah lupa kapan..hehehe..

karena alasan keren aja pake seragam gituan.. sekarang udah gak terbayang lagi menjadi seorang polwan. banyak kendalan yang akan dihadapi. Terutama aku. Mulai dari tinggi badan yang tidak mencukupi, tidak bisa berenang  (hehee😛 ), latihan kemiliteran itu juga berat! apalagi bagi seorang cewek. Banyak risikonya.. hanya beberapa sepupuku yang mendukungku menjadi seorang polwan. but, i dont like it so much….

guru?? meskipun ayah dan ibuku adalah seorang guru, tapi aku tidak berniat mengikuti mereka. Meskipun begitu, aku punya jiwa menjadi seorang guru. Hal ini aku ukur sendiri karena aku senang mengajarkan sesuatu pada orang lain. Kata orang, kalo orang tua kita adala seorang guru, kemungkinan salah satu anaknya juga akan menjadi guru. Apa benar mitos itu? tapi entahlah..tapi sepertinya salah satu adikku yang mungkin menjadi seorang guru kelak.

so, mau jadi apa??

inilah impian yang masih suram..aneh kan?padahal statusku sekarang adalah seorang mahasiswa. Bukan anak TK atau anak SD lagi yang masih belum istiqamah dengan cita-cita. Seharusnya aku sudah menargetkan ‘mau-jadi-apa-nanti’. entahlah..aku masih bingung..’

InsyaAllah kelak aku akan menjadi seorang sarjana pertanian. Mau jadi apa  nanti? sangat menyedihkan sekali kalau aku menjadi seorang petani. apalagi petani subsistem. oh no! na`uzubillhi min zalik! jangan ya Allah…pengusaha? emang mau buat usaha apa? wiraswasta dong….pegawai negeri tidak bisa dijadikan patokan. Meskipun jaminan masa tua kita terjamin, tapi banyak kendala menjadi pegawai negeri..uugghhh! binguuuunnnggggg…

penulis?aku suka menulis…..suka sekali..rencanaku, aku tidak menjadikan ini suatu profesi tetap, tapi menjadi penulis menjadi profesi sambilanku . Banyak dokter yang juga merangkap menjadi seorang penulis. guru yang juga penulis, pengusaha yang juga penulis, dll.

yang jelas menulis adalah hal yang menarik… menantang dan masa depan akan cerah…

apa yang harus aku lakukan??

pilih yang mana?? mudah-mudah Allah memberikan yang terbaik untuk ku. mau jadi apapun itu…kapan pun itu…dengan cara apa pun itu…aku serahkan pada Allah. Yang jelas sekaranga aku harus berusaha dan berdoa…

mohon doanyaaaaaa…🙂

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: