Malanove

Just Keumala with Love

HARAPAN YANG HAMPA

30 okt 2010

 

Terlalu bodoh untuk mengharap

Pada jiwa yang belum siap,

Menahan tawa untuk sembunyi,

Menahan tangis dikala sepi

Kapankah ia tersadar?

Akan peluh yang terenyuh?

Kapankah ia merasakan?

Karena rasa ini semakin samar,

Semakin jenuh dengan ketidakpastian

Sia-sia cerita yang dulu ada,

Salahkah jika cerita itu tidak hanya terbingkai kekaguman semata?

Kini, tanpa menoleh..

Tanpa menyapa!

Aku dibakar hangus ketidakberdayaan!

Diejek keegoisan diri..

Memang ini tak sakit,

Tapi ini terlalu menyedihkan..

Temanku, angin…

Tak jua bersahabat…

Gersang…aku sendiri..

Entah bagaimana bunga yang dulu tertanam

Layukah?

Atau mati?

Ya, mungkin kini telah mati..

Mati akan kehampaan rasa..

Mati akan kekosongan harapan..

 

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: